Minggu, 09 Maret 2014

Pengertian granul

Pengertian granul
Granul adalah sediaan bentuk padat, berupa partikel serbuk dengan diameter 2-4 mikrometer dengan atau tanpa vehikulum.

sumber : http://rizkyattyullah.blogdetik.com/index.php/2013/11/30/bentuk-sediaan-obat-padat/

daftar obat palsu

daftar obat palsu

Berikut daftar obat palsu yang berhasil ditemukan BPOM RI tahun 2013:
  1. Coedin 10 mg Tablet
  2. Pethidin HCI Injeksi
  3. Diazepam
  4. Neurobion Injeksi
  5. Cortisone Acetate Injeksi
  6. Valilrix Injeksi
  7. Nizoral Tablet
  8. Ponstan Tablet
  9. Amoxsan
  10. Incidal OD
  11. Viagra
  12. Levitra
  13. Cialis

macam-macam tablet

macam-macam tablet
Adapun macam-macam tablet yaitu ;
1. Tablet Kempa paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung design cetakan
2. Tablet Cetak dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan.
3. Tablet Trikurattablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang ditemukan. Tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang ditemukan.
4. Tablet Hipodermik dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.
5. Tablet Sublingual dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
6. Tablet Bukal digunakan dengan meletakkan di antara pipi dan gusi.
7. Tablet Efervescen tablet larut dalam air. Harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Pada etiket tertulis tidak untuk langsung ditelan. 

sumber : http://rizkyattyullah.blogdetik.com/index.php/2013/11/30/bentuk-sediaan-obat-padat/

Pengertian obat tablet

Pengertian obat tablet
Tablet adalah merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
sumber : http://rizkyattyullah.blogdetik.com/index.php/2013/11/30/bentuk-sediaan-obat-padat/

contoh efek samping

contoh efek samping 

Berikut ini adalah contoh dari efek samping obat yang biasanya terjadi:
*     Kerusakan janin, akibat Thalidomide dan Accutane.
*     Pendarahan usus, akibat Aspirin.
*     Penyakit kardiovaskular, akibat obat penghambat COX-2.
*     Tuli dan gagal ginjal, akibat antibiotik Gentamisin.
*     Kematian, akibat Propofol.
*     Depresi dan luka pada hati, akibat Interferon.
*     Diabetes, yang disebabkan oleh obat-obatan psikiatrik neuroleptik.
*     Diare, akibat penggunaan Orlistat.
*     Disfungsi ereksi, akibat antidepresan.
*     Demam, akibat vaksinasi.
*     Glaukoma, akibat tetes mata kortikosteroid.
*     Rambut rontok dan anemia, karena kemoterapi melawan kanker atau leukemia.
*     Hipertensi, akibat penggunaan Efedrin. Hal ini membuat FDA mencabut status ekstrak tanaman efedra (sumber efedrin) sebagai suplemen makanan.
*     Kerusakan hati akibat Parasetamol.
*     Mengantuk dan meningkatnya nafsu makan akibat penggunaan antihistamin.
*     Stroke atau serangan jantung akibat penggunaan Sildenafil (Viagra).
*     Bunuh diri akibat penggunaan Fluoxetine, suatu antidepresan
 
sumber : http://kumpulan-farmasi.blogspot.com/2011/01/efek-samping-obat.html

efek pemberian obat

efek pemberian obat
Efek samping obat secara umum dikelompokkan menjadi 2 :
1.      Efek samping yang dapat diperkirakan, meliputi:
-         Efek farmakologi yang berlebihan (disebut juga efek toksik) dapat disebabkan karena pemberian dosis relatif yang terlalu besar bagi pasien yang bersangkutan (terutama kelompok pasien dengan resiko tinggi, seperti bayi, usia lanjut, pasien dengan penurunan fungsi ginjal atau hati)
-         Gejala penghentian obat (withdrawal syndrome) merupakan suatu kondisi dimana munculnya gejala penyakit semula  disebabkan karena penghentian pemberian obat. Tindakan pemberhentian penggunaan obat hendaknya dilakukan secara bertahap.
-         Efek samping yang tidak berupa efek farmakologi utama, untuk sebagian besar obat umumnya telah dapat diperkirakan berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan secara sistematik sebelum obat  mulai digunakan untuk pasien. Efek-efek ini umumnya dalam derajad ringan namun angka kejadiannya bisa cukup tinggi. Misalnya, rasa kantuk setelah pemakaian antihistamin; iritasi lambung pada penggunaan obat-obat kortikosteroid; dll.
2.      Efek samping yang tidak dapat diperkirakan:
-         Reaksi Alergi, terjadi sebagai akibat dari reaksi imunologi. Reaksi ini tidak dapat diperkirakan sebelumnya, seringkali sama sekali tidak tergantung dosis dan bervariasi pengaruhnya antara satu pasien dengan yang lainnya.Beberapa contoh bentuk efek samping dari alergi yang seringkali terjadi antara lain:
o          Demam. Umumnya dalam derajad yang tidak terlalu berat, dan akan hilang dengan sendirinya setelah penghentian obat beberapa hari.
o          Ruam kulit (skin rashes), dapat berupa eritema (kulit berwarna merah), urtikaria (bengkak kemerahan), fotosensitifitasi, dll.
o          Penyakit jaringan ikat, merupakan gejala lupus eritematosus sistemik, kadang-kadang melibatkan sendi.
o          Gangguan sistem darah, trombositopenia, neutropenia (atau agranulositosis), anemia hemolitika, dan anemia aplastika. merupakan efek yang kemungkinan akan dijumpai, meskipun angka kejadiannya mungkin relatif jarang.
o          Gangguan pernafasan. Asma akan merupakan kondisi yang sering dijumpai, terutama karena aspirin. Pasien yang telah diketahui sensitif terhadap aspirin kemungkinan besar juga akan sensitif terhadap analgetika atau antiinflamasi lain.

sumber : http://kumpulan-farmasi.blogspot.com/2011/01/efek-samping-obat.html

Pengertian tablet obat