Pengertian granul
Granul adalah sediaan bentuk padat, berupa partikel serbuk dengan
diameter 2-4 mikrometer dengan atau tanpa vehikulum.
sumber : http://rizkyattyullah.blogdetik.com/index.php/2013/11/30/bentuk-sediaan-obat-padat/
Minggu, 09 Maret 2014
daftar obat palsu
daftar obat palsu
Berikut daftar obat palsu yang berhasil ditemukan BPOM RI tahun 2013:
- Coedin 10 mg Tablet
- Pethidin HCI Injeksi
- Diazepam
- Neurobion Injeksi
- Cortisone Acetate Injeksi
- Valilrix Injeksi
- Nizoral Tablet
- Ponstan Tablet
- Amoxsan
- Incidal OD
- Viagra
- Levitra
- Cialis
sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/01/08/209770/BPOM-Temukan-13-Item-Obat-Palsu-
macam-macam tablet
macam-macam tablet
Adapun macam-macam tablet yaitu ;
1. Tablet Kempa paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung design cetakan
2. Tablet Cetak dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan.
3. Tablet Trikurattablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang ditemukan. Tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang ditemukan.
4. Tablet Hipodermik dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.
5. Tablet Sublingual dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
6. Tablet Bukal digunakan dengan meletakkan di antara pipi dan gusi.
7. Tablet Efervescen tablet larut dalam air. Harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Pada etiket tertulis tidak untuk langsung ditelan.
1. Tablet Kempa paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung design cetakan
2. Tablet Cetak dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan.
3. Tablet Trikurattablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang ditemukan. Tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang ditemukan.
4. Tablet Hipodermik dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.
5. Tablet Sublingual dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
6. Tablet Bukal digunakan dengan meletakkan di antara pipi dan gusi.
7. Tablet Efervescen tablet larut dalam air. Harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Pada etiket tertulis tidak untuk langsung ditelan.
sumber : http://rizkyattyullah.blogdetik.com/index.php/2013/11/30/bentuk-sediaan-obat-padat/
Pengertian obat tablet
Pengertian obat tablet
Tablet adalah merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
sumber : http://rizkyattyullah.blogdetik.com/index.php/2013/11/30/bentuk-sediaan-obat-padat/
Tablet adalah merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
sumber : http://rizkyattyullah.blogdetik.com/index.php/2013/11/30/bentuk-sediaan-obat-padat/
contoh efek samping
contoh efek samping
Berikut ini adalah contoh dari efek samping obat yang biasanya terjadi:
sumber : http://kumpulan-farmasi.blogspot.com/2011/01/efek-samping-obat.html
efek pemberian obat
efek pemberian obat
Efek samping obat secara umum dikelompokkan menjadi 2 :
1. Efek samping yang dapat diperkirakan, meliputi:
- Efek
farmakologi yang berlebihan (disebut juga efek toksik) dapat disebabkan
karena pemberian dosis relatif yang terlalu besar bagi pasien yang
bersangkutan (terutama kelompok pasien dengan resiko tinggi, seperti
bayi, usia lanjut, pasien dengan penurunan fungsi ginjal atau hati)
- Gejala
penghentian obat (withdrawal syndrome) merupakan suatu kondisi dimana
munculnya gejala penyakit semula disebabkan karena penghentian
pemberian obat. Tindakan pemberhentian penggunaan obat hendaknya
dilakukan secara bertahap.
- Efek
samping yang tidak berupa efek farmakologi utama, untuk sebagian besar
obat umumnya telah dapat diperkirakan berdasarkan penelitian-penelitian
yang telah dilakukan secara sistematik sebelum obat mulai digunakan
untuk pasien. Efek-efek ini umumnya dalam derajad ringan namun angka
kejadiannya bisa cukup tinggi. Misalnya, rasa kantuk setelah pemakaian
antihistamin; iritasi lambung pada penggunaan obat-obat kortikosteroid;
dll.
2. Efek samping yang tidak dapat diperkirakan:
- Reaksi
Alergi, terjadi sebagai akibat dari reaksi imunologi. Reaksi ini tidak
dapat diperkirakan sebelumnya, seringkali sama sekali tidak tergantung
dosis dan bervariasi pengaruhnya antara satu pasien dengan yang
lainnya.Beberapa contoh bentuk efek samping dari alergi yang seringkali
terjadi antara lain:
o Demam. Umumnya dalam derajad yang tidak terlalu berat, dan akan hilang dengan sendirinya setelah penghentian obat beberapa hari.
o Ruam kulit (skin rashes), dapat berupa eritema (kulit berwarna merah), urtikaria (bengkak kemerahan), fotosensitifitasi, dll.
o Penyakit jaringan ikat, merupakan gejala lupus eritematosus sistemik, kadang-kadang melibatkan sendi.
o Gangguan
sistem darah, trombositopenia, neutropenia (atau agranulositosis),
anemia hemolitika, dan anemia aplastika. merupakan efek yang kemungkinan
akan dijumpai, meskipun angka kejadiannya mungkin relatif jarang.
o Gangguan
pernafasan. Asma akan merupakan kondisi yang sering dijumpai, terutama
karena aspirin. Pasien yang telah diketahui sensitif terhadap aspirin
kemungkinan besar juga akan sensitif terhadap analgetika atau
antiinflamasi lain.
sumber : http://kumpulan-farmasi.blogspot.com/2011/01/efek-samping-obat.html
sumber : http://kumpulan-farmasi.blogspot.com/2011/01/efek-samping-obat.html
Langganan:
Postingan (Atom)